MAGELANG - Dampak positif penyelenggaraan Borobudur Marathon 2025 terhadap sektor pariwisata mulai terlihat signifikan. Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur mencapai 45 persen dalam periode persiapan dan pelaksanaan event tersebut.
Peningkatan ini tidak lepas dari strategi pemasaran terpadu yang mengombinasikan daya tarik olahraga dengan kekayaan budaya. Borobudur Marathon berhasil menarik perhatian komunitas lari internasional yang juga memiliki ketertarikan terhadap warisan budaya dunia. Banyak peserta yang sengaja memperpanjang masa tinggal untuk mengeksplorasi lebih dalam kekayaan budaya di sekitar Borobudur.
Pengelola hotel dan homestay di sekitar kawasan Borobudur melaporkan tingkat okupansi yang mencapai 95 persen selama event berlangsung. Tidak hanya akomodasi, sektor kuliner, transportasi, dan usaha kerajinan tangan lokal juga menikmati dampak ekonomi yang positif. Masyarakat sekitar merasakan langsung manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event bertaraf internasional ini.
Pemerintah Daerah Jawa Tengah melihat Borobudur Marathon sebagai model sukses pengembangan pariwisata berkelanjutan. Event ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi jangka pendek, tetapi juga membangun citra positif Borobudur sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia yang mampu menyelenggarakan event internasional.
Ke depan, strategi serupa akan diterapkan di destinasi wisata budaya lainnya di Indonesia. Kombinasi antara event olahraga internasional dan promosi budaya dinilai sangat efektif dalam menarik wisatawan mancanegara yang memiliki minat khusus terhadap aktivitas fisik dan eksplorasi budaya.