Nagano, Jepang - Kawasan Pegunungan Alpen Jepang di wilayah Chubu menawarkan beberapa pemandangan alam terindah di negara matahari terbit ini. Rute perjalanan tujuh hari ini dirancang khusus bagi para pencinta alam yang ingin menikmati keagungan pegunungan, danau jernih, dan jalur hiking yang menantang.
Hari pertama perjalanan dimulai dari Tokyo menuju Matsumoto, gerbang menuju Pegunungan Alpen Jepang. Setelah menikmati Keindahan Kastil Matsumoto, persiapkan diri untuk petualangan alam keesokan harinya. Akomodasi di penginapan tradisional ryokan dapat melengkapi pengalaman budaya Jepang.
Hari kedua dialokasikan untuk menjelajahi Kamikochi, salah satu resor pegunungan terindah di Jepang. Lembah sungai Azusa yang jernih dikelilingi puncak gunung menjulang menciptakan pemandangan yang spektakuler. Jalur hiking sepanjang lembah ini relatif datar dan cocok untuk berbagai tingkat kemampuan.
Pada hari ketiga, perjalanan dilanjutkan ke kawasan Tateyama Kurobe Alpine Route yang terkenal. Rute ini menawarkan berbagai moda transportasi termasuk kereta gantung, bus, dan kereta listrik yang membawa pengunjung melalui pemandangan paling dramatis. Tembok salju setinggi 20 meter di pertengahan musim semi menjadi daya tarik utama.
Hari keempat dapat diisi dengan kunjungan ke Danau Kurobe yang berwarna zamrud atau menjelajahi Dataran Tinggi Murodo. Pengunjung dapat menikmati hiking musim panas atau sekadar menikmati pemandangan alpine yang masih perawan. Fasilitas penginapan tersedia bagi yang ingin bermalam di ketinggian.
Perjalanan hari kelima menurun ke sisi lain pegunungan menuju Desa Shirakawa-go. Perubahan lanskap dari alpine ke pedesaan tradisional memberikan variasi yang menyenangkan. Desa warisan dunia ini menawarkan perspektif berbeda tentang kehidupan masyarakat Jepang di daerah terpencil.
Hari keenam diisi dengan eksplorasi sekitar Shirakawa-go dan perjalanan menuju Takayama. Kota kecil di lembah pegunungan ini menyimpan budaya yang kaya dan arsitektur tradisional yang terpelihara baik. Kunjungan ke pasar pagi dan museum rakyat melengkapi pengalaman budaya.
Hari terakhir diisi dengan perjalanan kembali ke Tokyo dengan melewati lanskap pedesaan yang memesona. Perjalanan tujuh hari ini tidak hanya memberikan kepuasan bagi pencinta alam tetapi juga wawasan mendalam tentang kehidupan di daerah pegunungan Jepang yang sering disebut sebagai atap negeri ini.