SHIRAKAWA-GO - Arsitektur tradisional Gassho-zukuri yang menjadi ciri khas Desa Shirakawa-go menunjukkan keharmonisan sempurna dengan perubahan musim gugur. Struktur atap yang menyerupai tangan yang sedang berdoa ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga fungsi praktis untuk menahan beban salju musim dingin dan memungkinkan sirkulasi udara yang optimal.
Setiap rumah Gassho-zukuri dibangun tanpa menggunakan paku, hanya dengan teknik pengikatan kayu tradisional yang rumit. Ketika musim gugur tiba, atap-atap jerami yang berusia puluhan tahun ini berpadu sempurna dengan dedaunan maple yang menguning dan memerah, menciptakan komposisi visual yang mengagumkan. Banyak rumah yang masih dihuni turun-temurun oleh keluarga yang sama selama generasi.
Proses perawatan atap jerami dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat setempat. Tradisi yang disebut "yui" ini merupakan warisan budaya tak benda yang masih dilestarikan. Pada musim gugur, persiapan untuk menghadapi musim dingin dilakukan dengan memperbaiki bagian atap yang rusak sebelum salju turun.
Interior rumah-rumah ini juga terbuka untuk kunjungan wisatawan. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat langsung kehidupan tradisional masyarakat Jepang zaman dulu, termasuk perapian irori yang masih digunakan untuk memasak dan menghangatkan ruangan. Asap dari perapian ini membantu mengawetkan struktur kayu atap dari serangan serangga.
Nilai filosofis dari arsitektur Gassho-zukuri mencerminkan kearifan lokal dalam beradaptasi dengan alam. Penempatan jendela dan orientasi bangunan dirancang untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan penyesuaian dengan kondisi cuaca setempat. Harmoni antara manusia dan alam ini menjadi pelajaran berharga di era modern.