PALU - Dalam upaya mengatasi kerentanan khusus yang dihadapi pekerja migran perempuan, BP3MI Sulawesi Tengah bersama Solidaritas Perempuan Palu mengembangkan program perlindungan spesifik gender. Inisiatif ini muncul dari data yang menunjukkan bahwa pekerja migran perempuan menghadapi risiko ganda baik sebagai pekerja maupun sebagai perempuan.
Program perlindungan dirancang dengan pendekatan holistik, mulai dari fase pra-penempatan hingga pasca-pulang ke tanah air. Pada fase pra-penempatan, calon pekerja migran perempuan akan mendapatkan pelatihan khusus tentang hak-hak pekerja perempuan, mekanisme pengaduan, serta cara menghadapi situasi darurat di negara tujuan.
Selama masa penempatan, sistem pemantauan yang melibatkan jaringan Solidaritas Perempuan di berbagai negara tujuan akan dioptimalkan. Mekanisme respons cepat untuk menangani kasus-kasus kekerasan dan diskriminasi terhadap pekerja migran perempuan juga akan diperkuat melalui kerjasama ini.
Untuk fase pasca-pulang, program reintegrasi akan difokuskan pada pemulihan trauma dan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Banyak mantan pekerja migran perempuan yang membutuhkan pendampingan khusus untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan sosial dan mengembangkan usaha ekonomi produktif.
Komitmen ini sejalan dengan visi global dalam melindungi hak-hak pekerja migran perempuan sebagaimana tercantum dalam berbagai konvensi internasional. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat tercipta sistem perlindungan yang sensitif gender dan mampu menjawab tantangan spesifik yang dihadapi pekerja migran perempuan.