JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan APBN tahun 2025 dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI. Hasil evaluasi menunjukkan capaian realisasi anggaran sebesar 78 persen hingga kuartal ketiga, dengan penyerapan tertinggi terjadi pada sektor infrastruktur jalan dan program perumahan rakyat.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa capaian tersebut diperoleh melalui optimalisasi pelaksanaan pekerjaan dan efisiensi penggunaan anggaran. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, termasuk faktor cuaca yang mempengaruhi progres pekerjaan di lapangan, serta tantangan dalam rantai pasok material konstruksi yang sempat terganggu akibat dinamika pasar global.
Sektor infrastruktur jalan mencatat realisasi tertinggi dengan penyerapan anggaran mencapai 82 persen, diikuti oleh sektor perumahan rakyat sebesar 79 persen. Pembangunan bendungan dan infrastruktur sumber daya air juga menunjukkan kinerja yang baik dengan realisasi 76 persen, meskipun beberapa proyek mengalami penyesuaian jadwal due to technical considerations.
Evaluasi juga mengidentifikasi beberapa program yang memerlukan percepatan penyerapan anggaran pada kuartal keempat. Kementerian PUPR telah menyusun strategi khusus untuk memastikan bahwa sisa anggaran dapat diserap secara optimal tanpa mengorbankan kualitas pelaksanaan pekerjaan. Langkah-langkah percepatan telah disiapkan untuk proyek-proyek yang tertinggal dari jadwal.
Komisi V DPR RI mengapresiasi kinerja Kementerian PUPR dalam pengelolaan APBN 2025, namun juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas hasil pembangunan. Anggota dewan menekankan bahwa akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan anggaran harus tetap menjadi prioritas utama, mengingat besarnya dana yang dikelola untuk pembangunan infrastruktur.
Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penting untuk penyusunan RAPBN 2026 yang lebih matang dan tepat sasaran. Kementerian PUPR berkomitmen untuk memperbaiki berbagai kelemahan yang teridentifikasi dan mempertahankan praktik-praktik terbaik yang telah berhasil dilaksanakan dalam pengelolaan anggaran tahun 2025.