Jakarta - Optimisme terhadap ketangguhan sektor industri Indonesia tercermin dari performa Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT). Berdasarkan analisis Kementerian Perindustrian, ketiga sektor ini tidak hanya bertahan di tengah tekanan global tetapi justru menunjukkan tren pertumbuhan yang mengesankan. Proyeksi kontribusi terhadap perekonomian nasional pada 2026 dipastikan akan semakin signifikan.
Resiliensi sektor IKFT terbukti dari kemampuan menjaga rantai pasok yang stabil selama krisis. Ketika banyak sektor mengalami kontraksi, industri farmasi justru tumbuh dua digit pada periode tertentu. Industri kimia berhasil mempertahankan produksi melalui substitusi impor dan penguatan bahan baku lokal.
Nilai ekspor yang terus meningkat menjadi indikator daya saing produk IKFT. Produk kimia organik dan anorganik berhasil menembus pasar Eropa dan Amerika Utara dengan nilai tambah tinggi. Tekstil dan produk tekstil Indonesia juga semakin diminati di pasar premium internasional.
Investasi di sektor IKFT terus mengalir dengan pola yang semakin berkualitas. Investor tidak hanya menanamkan modal untuk kapasitas produksi tetapi juga untuk pengembangan pusat penelitian dan inovasi. Nilai investasi untuk R&D di sektor IKFT tumbuh 15% per tahun.
Transformasi digital menjadi faktor pembeda dalam peningkatan produktivitas. Penerapan artificial intelligence untuk optimasi produksi, internet of things untuk monitoring kualitas, dan blockchain untuk traceability semakin umum di perusahaan-perusahaan IKFT. Efisiensi yang dihasilkan mencapai 20-30%.
Kebijakan pemerintah yang mendukung diakui sebagai enabler penting. Program Tax Allowance untuk industri padat karya, super deductible tax untuk kegiatan vokasi dan penelitian, serta kemudahan impor mesin dan peralatan mendorong ekspansi industri. Regulasi yang pro-bisnis juga meningkatkan daya tarik investasi.
Proyeksi jangka menengah menunjukkan potensi yang semakin cerah. Dengan skenario business as usual, kontribusi sektor IKFT terhadap PDB nasional diproyeksikan mencapai 9,8% pada 2026. Angka ini meningkat dari posisi saat ini yang sebesar 8,9%.
Keyakinan terhadap masa depan sektor IKFT didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat. Kombinasi sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia yang kompeten, dan kebijakan pemerintah yang mendukung menjadi modal berharga untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2026.