Penanganan Terpadu Bencana Aceh: Kementerian PUPR Fokus Pada Pemulihan Akses Transportasi

Sabtu, 29 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Dharma Sakti
Pemulihan akses transportasi menjadi fokus utama Kementerian PUPR dalam penanganan darurat bencana Aceh, mengingat jalan yang terputus menghambat distribusi bantuan dan evakuasi korban di wilayah-wilayah terisolir.

Aceh Tamiang - Terputusnya akses transportasi akibat banjir bandang dan tanah longsor menjadi kendala terbesar dalam penanganan darurat bencana di Aceh. Menyikapi hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui berbagai unit pelaksananya fokus pada upaya normalisasi jaringan jalan yang terganggu.

Sebanyak 31 unit alat berat yang dikerahkan tidak hanya beroperasi di jalan nasional, tetapi juga menjangkau jalan provinsi dan kabupaten yang strategis. Operasi dibagi dalam beberapa sektor berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi akses. Setiap sektor dipimpin oleh seorang koordinator yang berpengalaman.

Material longsor yang menutup jalan memiliki volume yang bervariasi, dari ratusan hingga ribuan meter kubik. Tim engineer di lapangan melakukan perhitungan cepat untuk menentukan strategi pembersihan yang paling efektif, mempertimbangkan faktor keamanan dan stabilitas lereng.

Selain pembersihan material, dilakukan juga stabilisasi sementara pada tebing-tebing yang rawan longsor susulan. Penggunaan sheet pile dan bronjong darurat dilakukan di titik-titik kritis untuk mencegah perluasan kerusakan selama proses pemulihan berlangsung.

Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum kabupaten/kota diperkuat untuk memastikan penanganan yang komprehensif. Pembagian tugas dibuat jelas dimana Kementerian PUPR menangani jalan nasional dan provinsi, sementara pemerintah daerah fokus pada jalan kabupaten dan desa.

Pemantauan kondisi infrastruktur dilakukan secara kontinyu, terutama dengan adanya potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlanjut. Tim siaga 24 jam diterjunkan di titik-titik rawan untuk merespons cepat jika terjadi kerusakan baru.

Untuk jangka menengah, Kementerian PUPR telah menyiapkan rencana rehabilitasi permanen pada ruas-ruas jalan yang sering mengalami kerusakan akibat bencana. Desain akan diperbaiki dengan mempertimbangkan faktor geologi dan hidrologi yang lebih komprehensif.

Pemulihan akses transportasi yang cepat tidak hanya vital untuk tanggap darurat tetapi juga untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Dengan berfungsinya kembali jaringan jalan, aktivitas perekonomian dapat segera bergerak dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

(Dharma Sakti)

Baca Juga: IKFT Jadi Penopang Ekonomi, Kemenperin Proyeksikan Kontribusi Besar Di 2026
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.